Strength of Evidence of Electronic Media (Teleconference) In The Criminal Justice System

  • Muslim Mamulai Faculty of Law, University of Muhammadiyah Palu
  • Hardianto Djanggih Faculty of Law, University of Tompotika Luwuk
  • Mirnawanti Wahab Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMKOP Makasar
Keywords: Strength of Evidence, Teleconference, Criminal Justice

Abstract

The strength of the evidence of Electronic Media (teleconference) in the process of proving a criminal case according to the Criminal, specify a limited manner valid evidence and procedures for the use of that evidence thus have legal power of proof. Proof via electronic media (teleconference) regulates the judge / magistrate constitutional obligation to seek and find the truth so that the material taken into consideration for the judges in deciding a case. Implementation of evidence through electronic media in a criminal act, should the judge may use the priority when it will use the values ​​of the basic purpose of the law (justice, expediency and certainty) to accommodate the evidence through electronic media in examining the crime of existing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A.J.T, Swindy. (2014) Kesaksian Saksi Melalui Teleconference Dalam Persidangan Pengadilan, Jurnal Lex Ex Societatis, 2 (8).
Djanggih, H., & Ahmad, K. (2016). THE EFFECTIVENESS OF INDONESIAN NATIONAL POLICE FUNCTION ON VANGGAI REGENCY POLICE INVESTIGATION ( Investigation Case Study Year 2008-2016 ) Ω, 13(3).
Fuady, Munir (2012) Teori Hukum Pembuktian, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Hamdi, Syabatul. et.all, (2013) Bukti Elektronik Dalam Sistem Pembuktian Pidana, Jurnal Ilmu Hukum, 1(4).
Hartono, C.F.G Sunaryati. (1982) Hukum Ekonomi Pembangunan Indonesia, Binacipta, Bandung.
Harahap, M. Yahya. (2006) Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali: Edisi Kedua, Sinar Grafika, Jakarta.
Lasmadi, Sahuri (2001) Pengaturan Alat Bukti Dalam Tindak Pidana Dunia Maya, Jurnal Ilmu Hukum. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Tanda Tangan Elektronik dan Transaksi Elektronik Lembaga Kajian Hukum Teknologi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (lkht-fhui), Depok.
Mamitoho, Refly Aditya. (2014) Penggunaan Alat Bukti Elektronik Dalam Pemeriksaan Perkara Perdata, Jurnal Lex Ex Societatis, 2 (1).
Makarim, Edmon. (2005) Pengantar Hukum Telematika, Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Moerad B.M, H. Pontang. (-) Pembentukan Hukum Melalui Putusan Pengadilan Dalam Perkara Pidana, Alumni, Bandung.
Pujirahayu, Esmi Warasih. (2016) Pemikiran Hukum Spiritual Pluralistik, Sisi Lain Hukum yang Terlupakan, Tafa Media, Yogyakarta.
Raharjo, Satjipto (2012) Ilmu Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung.
Saputra, Daniel. (2015) Peggunaan Alat Bukti Informasi Elektronik Dalam Pembuktian Tindak Pidana Narkotika Di Aceh, Jurnal Dinamika Hukum, 3 (2).
Sitompul, Josua (2012) Cyberspace, Cybercrimes, Cyberlaw : Tinjauan Aspek Hukum Pidana, Tatanusa, Jakarta.
Sulistiyawati, Putu Elik dan I Ketut Sujana, (2013) Pemanfaatan Telekonfren Sebagai Alat Bukti Bantu Pembuktian Dalam Sistem Peradilan Pidana, Jurnal Kertha Wicara, 2(1).
Takasihaeng, Arbiyanto. (2013) Praktik Peradilan Dalam Penerapan Alat-alat Bukti Menurut KUHAP, Jurnal Lex Crimen, 2(3).
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
Yudhistira, et.all, (2012) Kekuatan Surat Elektronik Sebagai Alat Bukti Dalam Persidangan Dintinjau Dari Hukum Acara Pidana, Jurnal Kertha Wicara, 1(1).
Widiastuti, Tri Wahyu. (2009) Peranan Perubahan Sosial Terhadap Macam Alat Bukti Dalam RUU KUHAP, Jurnal Wacana Hukum, 8(1)
Published
2017-09-30
How to Cite
Mamulai, M., Djanggih, H., & Wahab, M. (2017, September 30). Strength of Evidence of Electronic Media (Teleconference) In The Criminal Justice System. VRIJSPRAAK : International Journal of Law, 1(1), 1-20. Retrieved from http://vrijspraak.org/index.php/vrijs/article/view/1